Senin, 18 Maret 2013

Berhubungan dengan pria lebih muda?Ssiapa Takut

cinta tidak bisa ditebak dia datang pada siapa saja baik pada usia yang lebih tua dari kita,teman sebaya bahkan pria yang lebih muda. Namun ketika Anda memutuskan berhubungan dengan pria lebih muda, kedewasaan Anda akan lebih dituntut dibandingkan dengan pria yang lebih tua atau seumuran.berikut tipsnya

1. Mengerti Konsep tentang Kedewasaan

Pasangan yang lebih muda cenderung memiliki pengalaman hidup yang lebih sedikit dari Anda. Kadang apa yang Anda anggap serius, tidak sama seperti yang mereka pikirkan. Perbedaan perspektif inilah yang sering menimbulkan masalah nantinya. Untuk itu Anda harus mengerti benar tentang konsep kedewasaan. Karena kedewasaan tidak berpaku pada umur. Tak peduli setua apapun pria, pasti memiliki sifat kekanakan. Bersabarlah menangani pasangan yang sedang belajar tentang hubungan serius ini, dan jangan takut untuk jujur jika ia bertindak kelewatan.

2. Bersenang-senang
Pria yang lebih muda biasanya memiliki jiwa kekanakan yang kental. Ambil keuntungan dari itu, dan habiskan waktu Anda bersenang-senang dengannya. Pergi ketempat yang biasa ia kunjungi, atau ikut bermain bersamanya. Dengan begitu, Anda bisa kembali merasa muda dan jauh dari stres.

3. Komunikasi
Anda harus mengerti, pasangan yang lebih muda harus mempelajari beberapa hal untuk dapat berhubungan serius. Untuk itu, tak perlu ragu mengungkapkan apa yang Anda rasakan dan biarkan ia tahu apa yang mengganggu Anda. Jika Anda memilih diam, ia justru tidak akan menyadarinya. Belajarlah untuk komunikasi secara terbuka untuk memahami pria yang lebih muda ini. Buatlah semacam diskusi, dibanding harus marah-marah dengannya.

4. Bersabar
Dalam berhubungan, kesabaran adalah kunci utama. Siapapun pasangan Anda, sangat penting untuk bersabar, apalagi ketika menghadapi pasangan yang lebih muda. Tetap tenang dan jangan meributkan hal kecil. Simpan dipikiran Anda bahwa ia tengah belajar untuk menjadi dewasa, dan emosi kepadanya hanya membuang waktu Anda.

5. Terima Ia Apa Adanya
Dalam setiap hubungan, sangat penting untuk menerima kelebihan dan kekurangan yang ada pada diri pasangan. Apalagi jika Anda mengencani pria yang lebih muda. Ini adalah keputusan Anda untuk berhubungan dengannya, walau tahu ia mungkin kurang dewasa daripada Anda. Untuk itu, belajarlah menerima pasangan apa adanya dan jangan mencoba untuk mengubahnya sesuai keinginan Anda.

Empat Teori yang menjelaskan tentang CINTA



1. Suka Vs Cinta
Psikolog Zick Rubin menjelaskan bahwa cinta yang romantis terdiri dari tiga unsur, yakni : keterikatan (attachment), kepedulian (caring) dan keintiman(intimacy). Keterikatan adalah kebutuhan untuk menerima perhatian dan kontak fisik dengan orang lain. Kepedulian (caring) adalah kemampuan yang anda miliki untuk menghargai dan memberikan kebahagiaan untuk orang lain. Sedangkan keintiman (intimacy) mengacu pada kebutuhan untuk berbagi pemikiran, keinginan dan perasaan dengan orang lain.
Berdasarkan definisi tersebut, Rubin merancang skala tentang menyukai dan mencintai (Rubin’s Scales of Liking and Loving). Skala ini mengungkapkan apakah seseorang mencintai atau hanya sebatas menyukai. Dalam sebuah studi, Rubin meminta sejumlah responden untuk mengisi skala, berdasarkan bagaimana perasaan mereka kepada pasangan dan teman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perasaan terhadap teman memiliki skor tinggi pada skala menyukai dan perasaan terhadap pasangan memiliki nilai tinggi pada skala mencintai.
Cinta bukanlah konsep yang konkret dan karena itu sulit untuk diukur. Namun,Rubin’s Scales of Liking and Loving menawarkan cara untuk mengukur perasaan cinta yang kompleks.

2. Kasih Sayang Vs Gairah
Menurut profesor psikologi Universitas Hawaii, Elaine Hatfield, ada dua tipe dasar cinta, yaitu cinta kasih sayang (compassionate love) dan gairah cinta(passionate love). Cinta kasih sayang ditandai dengan adanya saling keterikatan, saling menghormati, menghargai, kepedulian dan kepercayaan. Kasih sayang biasanya tumbuh berkembang dari perasaan saling pengertian dan rasa saling menghargai satu sama lain.
Sedangkan cinta yang dilandasi gairah (passionate love) ditandai dengan emosi yang intens, daya tarik seksual, kecemasan dan afeksi. Ketika cinta terbalaskan (reciprocated love), orang merasa gembira dan bahagia. Namun jika cinta tak terbalaskan (unreciprocated love), akan menyebabkan perasaan sedih, berkecil hati dan bahkan putus asa.
Hatfield menunjukkan bahwa cinta yang didasari oleh gairah adalah fana, karena dipengaruhi fungsi fisiologis pada manusia. Seperti anda merasa bergairah jika berada di depan seorang wanita cantik atau lelaki keren. Menurut Hatfield, idealnya, cinta adalah hubungan yang menggabungkan antara kenyamanan dan kasih sayang dengan gairah itu sendiri. Sehingga hubungan antara pasangan akan bertahan lama dan terhindar dari masalah selingkuhmaupun perceraian.

3. Teori Roda Warna tentang Cinta
Pada tahun 1973, John Lee dalam buku klassik-nya The Colors of Love, menganalogikan tipe cinta dengan teori tentang roda/lingkaran warna (color wheel/color circle), yakni sebuah ilustrasi abstrak tentang keterkaitan antara warna-warna primer, warna sekunder dan warna komplementer (lihat penjelasan color wheel disini).
Sama seperti ada tiga warna utama, Lee menjelaskan bahwa ada tiga tipe utama dari cinta, yaitu adalah Eros,Ludos dan Storge. Eros adalah perasaan cinta kepada seseorang yang dianggap paling ideal. Ludos menganggap cinta sebagai sebuah permainan, sedangkan storge menganggap cinta sebatas persahabatan.
Sama halnya dengan analogi color wheel, cinta juga merupakan kombinasi antara Eros, Ludos dan Storge. Kombinasi tersebut antara lain;
1.    Mania (Eros + Ludos) = Cinta yang obsesif (Obsessive love);
2.    Pragma (Ludos + Storge) = Cinta yang realistis dan praktis (practical love);
3.    Agape (Eros + Storge) = Cinta tanpa pamrih (Selfless love)

4. Teori Segitiga tentang Cinta
Cinta segitiga yang dimaksud disini bukan yang sering kita dengar; adanya pihak ketiga dalam sebuah hubungan. Melainkan tiga komponen cinta(triangular theory of love) menurut Robert Sternberg. Sternberg menjelaskan bahwa ada tiga komponen cinta, yaitu : keintiman (intimacy), gairah (passion)dan komitmen (commitment).
1.    Keintiman – Yang meliputi perasaan keterikatan, kedekatan, keterhubungan, dll.
2.    Passion – Yang meliputi antara cinta yang romantis dan daya tarik seksual.
3.    Komitmen – Yakni keputusan untuk tetap bersama pasangan dalam waktu yang panjang.

Kombinasi yang berbeda dari ketiga komponen menghasilkan berbagai jenis cinta. Misalnya, kombinasi keintiman dan komitmen dalam cinta kasih penuh kasih sayang (compassionate love), sedangkan kombinasi gairah dan keintiman menyebabkan gairah cinta (passionate love).
Sternberg memperkenalkan istilah cinta sempurna (consummate love) untuk menggambarkan kombinasi antara keintiman, gairah dan komitmen. Hubungan yang dibangun pada dua individu akan lebih sempurna jika didasarkan pada kombinasi ketiganya. Meskipun begitu, Sternberg menyangsikan adanya cinta yang sempurna di dunia ini, bagaimana dengan anda?
Ada beberapa teori-teori cinta yang belum admin lampirkan. namun beberapateori cinta diatas paling tidak bisa menjelaskan tentang cinta yang selama ini dianggap barang “abstrak”.

Rujukan :
·         Rubin, Zick. 1970. Measurement of romantic love. Journal of Personality and Social Psychology
·         Hatfield, E., & Rapson, R. (2005). Love and sex: Cross-cultural perspectives. Needham Heights, MA: Allyn & Bacon.
·         Lee JA (1973). Colours of love: an exploration of the ways of loving. Toronto: New Press
·         Robert J. Sternberg, “Triangulating Love”, in T. J. Oord ed. The Altruism Reader (2007)
sumber : http://www.duniapsikologi.com/teori-cinta-4-teori-yang-menjelaskan-tentang-cinta/